Rumah Reyot Kusmono Tak Kunjung Dibedah, Janji Bantuan Tiga Bulan Belum Terlihat

Berita, Daerah4 Dilihat

INFO KAJEN //PEKALONGAN – Harapan Kusmono (49), warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, untuk memiliki rumah yang lebih layak hingga kini belum juga terwujud. Meski sempat mendapat harapan akan adanya program bedah rumah, tanda-tanda pembangunan di rumahnya belum terlihat.

Kusmono bersama istri dan anak-anaknya masih bertahan di sebuah rumah sederhana berukuran sekitar 4×7 meter. Kondisinya jauh dari kata layak huni. Dinding rumah sebagian hanya terbuat dari anyaman bambu dan papan kayu yang telah lapuk. Sementara atapnya tampak rapuh dan sejumlah bagian ditambal menggunakan terpal bekas untuk menahan kebocoran saat hujan.

Di dalam rumah, lantai masih berupa tanah yang mengeras. Ruang yang sempit digunakan sekaligus sebagai tempat tidur, menyimpan barang, dan berkumpul seluruh anggota keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kusmono bekerja serabutan. Ia mencari kayu bakar atau glondong dan menerima pekerjaan apa saja yang dapat menghasilkan uang.

«“Saya ikut kerja serabutan, cari kayu (glondong) dan pekerjaan apa saja yang bisa didapat,” ujar Kusmono kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).»

Keterbatasan ekonomi bahkan berdampak terhadap pendidikan anak-anaknya. Anak pertamanya disebut sempat bersekolah, namun akhirnya berhenti karena kondisi ekonomi keluarga.

«“Saya tidak memaksa anak kalau memang sudah enggak kuat sekolah. Takutnya malah merepotkan,” katanya lirih.»

Kondisi rumah Kusmono sebenarnya telah lama diketahui warga sekitar. Bahkan rumah tersebut pernah diberi penanda sebagai keluarga miskin ekstrem. Namun, karena merasa tidak mendapatkan bantuan yang diharapkan, tulisan tersebut akhirnya dicopot sendiri oleh Kusmono.

«“Saya pernah dikasih tulisan keluarga miskin, tapi tidak dapat bantuan itu bagaimana. Ya lebih baik saya kelupas saja,” ungkapnya.»

Menurut Kusmono, dirinya selama bertahun-tahun hanya bisa melihat berbagai program bantuan pemerintah tanpa merasakan manfaat secara langsung.

«“Jadi tidak ditulis pun orang lewat saja sudah bisa tahu kalau saya ini keluarga miskin,” ucapnya.»

Sempat Mendapat Harapan

Harapan sempat muncul ketika anggota DPR RI Asraf Abu bersama tim terkait mengunjungi kediaman Kusmono beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Kusmono mengaku mendapat harapan bahwa rumahnya akan mendapatkan perhatian melalui program bedah rumah.

Bahkan, menurut informasi yang disampaikan kepadanya, ia diminta menunggu sekitar tiga bulan. Namun hingga kini, waktu tersebut berjalan tanpa adanya tanda-tanda pembangunan maupun kepastian kapan rumahnya akan diperbaiki.

Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah rumah Kusmono diberitakan melalui video yang dibuat SahabatNKRI.com.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar mengaku prihatin setelah mengetahui kondisi keluarga Kusmono melalui video tersebut.

Yulian mengatakan pihaknya akan segera mengupayakan bantuan pembangunan rumah Kusmono melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Anggaran yang diperkirakan disiapkan berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta.

“Kami turut prihatin dengan kondisi keluarga Kusmono. Kami akan segera mengupayakan agar rumah tersebut mendapatkan penanganan melalui Dinas Perkim,” demikian disampaikan Yulian.

Kini Kusmono dan keluarganya kembali menaruh harapan. Setelah bertahun-tahun bertahan di rumah yang jauh dari layak huni, ia berharap perhatian pemerintah benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan, bukan sekadar janji.

Bagi Kusmono, rumah sederhana yang aman dari hujan dan memiliki kondisi yang layak sudah lebih dari cukup untuk membuat keluarganya merasa nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *