Nabi Muhammad SAW Melarang Umatnya Menjadi Penjilat dan Pembela Kezaliman Penguasa

Berita, Daerah9 Dilihat

INFO KAJEN – Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan tegas kepada umatnya agar tidak menjadi pembenar kebatilan maupun pembela kezaliman penguasa. Dalam Islam, seorang Muslim dituntut untuk tetap berpihak kepada kebenaran dan keadilan, termasuk ketika harus menyampaikannya di hadapan pemimpin yang zalim.

Peringatan tersebut salah satunya diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW bersabda:

«“Barangsiapa yang mendatangi mereka (pemimpin), lalu membenarkan kedustaan mereka dan menolong kezaliman mereka, maka ia bukan golonganku dan tidak akan mendatangi telagaku.”»

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Al-Hakim.

Pesan yang terkandung di dalamnya sangat jelas. Kedekatan dengan penguasa bukan alasan untuk membenarkan kebohongan, menutupi kesalahan, atau membantu tindakan yang zalim. Seorang Muslim justru harus menjaga sikap amanah dan tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai alasan untuk mengorbankan kebenaran.

Rasulullah SAW juga memberikan gambaran tentang keberanian menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disebutkan:

«“Jihad yang paling utama adalah perkataan yang adil (kebenaran) di hadapan penguasa yang zalim.”»

Hadis ini menunjukkan tingginya nilai keberanian moral. Menyampaikan kebenaran kepada penguasa bukan berarti membenci pemimpin, melainkan bentuk kepedulian agar kekuasaan tetap berjalan dalam koridor keadilan.

Karena itu, umat Islam hendaknya tidak terjebak menjadi penjilat kekuasaan, membela kesalahan hanya karena kedekatan, jabatan, kepentingan, maupun keuntungan pribadi.

Kritik yang disampaikan dengan adab, berdasarkan fakta, dan bertujuan mencegah kezaliman merupakan bagian dari upaya menjaga amar ma’ruf nahi munkar.

Kekuasaan harus dihormati, tetapi kezaliman tidak boleh dibela. Kebenaran tetap harus disampaikan, sekalipun berada di hadapan orang yang memiliki kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *