Pamit Petik Durian, Warkuat Ditemukan Meninggal di Bawah Pohon

Berita, Daerah17 Dilihat

Polres Pekalongan – Polda Jateng – Warga Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan seorang petani yang meninggal dunia di kebun durian, Sabtu (22/8/2026) malam.

Korban diketahui bernama Warkuat alias Wahidun (55), warga Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah pohon durian dengan ketinggian sekitar enam meter.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 20.00 wib setelah pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Lolong.

“Korban sebelumnya pamit kepada keluarga untuk pergi memetik durian di kebun sekitar pukul 15.30 wib. Namun hingga pukul 18.00 wib, korban belum juga pulang,” ujar Iptu Suwarti.

Kondisi tersebut membuat dua warga, Sujarno (59) dan Taryali (57), berinisiatif mencari korban di kebun durian. Sekitar pukul 19.15 wib, keduanya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di bawah pohon durian.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Lolong, Solehudin, yang selanjutnya meneruskan laporan tersebut kepada Polsek Karanganyar Polres Pekalongan.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan mengenakan kaos merah dan celana pendek hitam dalam posisi telungkup.

Petugas juga menemukan luka pada kaki kanan korban serta lebam di sekitar wajah. Berdasarkan kondisi TKP, korban diduga terjatuh dari pohon durian yang memiliki ketinggian sekitar enam meter.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana. Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh dari pohon durian,” jelas Iptu Suwarti.

Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga, lanjut Iptu Suwarti, juga menyatakan tidak berkenan dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan.

“Pihak keluarga menerima bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” pungkasnya. (ozy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *